Sunday, 29 March 2015

Waduk Gajah Mungkur, Bendungan Serbaguna Kota Wonogiri

Bendungan Serbaguna Wonogiri atau Waduk Gajah Mungkur merupakan tempat wisata yang menjadi ikon Kota Wonogiri. Terletak 3 km di selatan kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Waduk Gajah Mungkur dibuat dengan membendung sungai Bengawan Solo pada tahun 1970-an dengan bantuan konsultan dari Nippon Koei Co, Ltd Jepang. Untuk membuat waduk ini, pemerintah menenggelamkan 50 desa dan memindahkan penduduk yang berjumlah 68.750 dengan transmigrasi ke Silitung, Sumatera Barat; Jujuhan, Rimbo Bujang, Alai ilir, Pemenang, Jambi; Air Lais, Sebelat, Ketahun, Ipuh, Bengkulu; Panggang, Baturaja, Sumatera Selatan. Untuk mengabadikan peristiwa bedol desa (transmigrasi), pemerintah daerah membuatkan Patung Bedol Desa yang dibangun tepat di gerbang pintu masuk Waduk Gajah Mungkur. Patung tersebut terdiri dari sepasang suami istri dan kedua anaknya. Terlihat Sang ayah sedang mengangkat topi capingnya dan si anak yang akan pergi ke sekolah, sementara sang ibu sedang menatap lirih sambil menggendong bayinya. Patung Bedol Desa menggambarkan betapa besar pengorbanan warga Wonogiri untuk pembangunan Waduk Gajah Mungkur. 

Waduk dengan luas kurang lebih 8800 ha ini dapat mengairi wilayah Sukoharjo, Klaten, Karanganyar dan Sragen, serta menghasilkan listrik untuk wilayah Wonogiri. Selain bermanfaat sebagai pengairan dan tenaga listrik, pembangunan Waduk Gajah Mungkur juga memiliki lain yaitu sebagai flood control atau pengendalian banjir bagi sungai Bengawan Solo dan tempat wisata.
Sebagai tempat wisata, Waduk Gajah Mungkur merupakan tempat rekreasi yang sangat menarik dan indah. Untuk menikmati keindahan perairan, waduk ini memfasilitasi Kapal boat. Selain itu para pengunjung juga bisa menikmati orahraga layang gantung atau yang biasa disebut gantole. Di sisi utara waduk terdapat lapangan luas yang sering digunakan untuk area mendarat paralayang dan juga panggung pertunjukkan musik.
Untuk memasuki area Waduk Gajah Mungkur para pengunjung hanya dikenakan tarif Rp 13.000 per orang. Para pengunjung juga bisa menikmati keindahan danau dengan menaiki perahu kecil dengan tarif Rp 10.000 per orang. Murah bukan? Selain itu ada juga kegiatan yang lebih menantang yaitu arena ATV, untuk menikmati arena ATV para pengunjung cukup mengeluarkan tarif Rp 10.000 untuk 15 menit. Terdapat pula Waterboom Gajah Mungkur yang merupakan wahana baru di Waduk Gajah Mungkur. Hanya dengan tarif  Rp 25.000 per orang para pengunjung sudah bisa berenang di Waterboom ini.
Berwisata ke Waduk Gajah Mungkur tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi masakan khas Jawa Tengah yaitu nasi pecel dan bakso. Disekitar Waduk Gajah Mungkur banyak terdapat warung, toko, dan juga para pedagang yang menjajakan aneka makanan seperti nasi rames, pecel ayam, dan tentunya bakso. Ayo, tunggu apa lagi habiskan waktu liburan anda bersama keluarga di Waduk Gajah Mungkur.

0 comments:

Copyright © Potret Dunia | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑